Category Archives: Uncategorized

WhatsApp Image 2016-12-01 at 14.59.38

NEW APLIKASI ETOS DI ANDROID

Kabar gembira …

Setelah release pertama kali pada 7 Oktober 2015 sebagai perusahaan jasa pengendalian hama pertama di Indonesia yang memiliki aplikasi di Android, kini aplikasi ETOS di Android telah mendapatkan update berupa tampilan yang lebih fresh serta penambahan kanal “Keluhan Pelanggan dan Permintaan Survey Gratis”.

Dengan dua kanal tambahan tersebut, pelanggan ETOS dapat menyampaikan keluhan via aplikasi ETOS dan calon pelanggan dapat menyampaikan permintaan survey gratis juga lewat aplikasi ETOS.
Informasi  dari kedua kanal tersebut akan langsung masuk ke email Customer Care untuk diteruskan ke Divisi Terkait.
Untuk mendapatkan aplikasi ETOS di android yang sudah diupdate caranya mudah dengan mengetik etos indonusa pada fitur search di play store dan aplikasi PT ETOS INDONUSA akan muncul untuk diunduh.
Silahkan mengunduh aplikasi ETOS di android dan jadilah bagian dari perkembangan sistem teknologi komunikasi digital ETOS.
Yuk unduh aplikasi ETOS sekarang juga ~
2-1

Semut Rangrang Sebagai Pestisida Alami yang Efektif dan Murah

Beberapa semut memang dianggap sebagai hama pada tanaman. Namun, semut rangrang dari genus Oecophylla justru merupakan pengendali hama alami yang meningkatkan hasil pertanian untuk petani.

Menurut hasil studi yang dipublikasikan di Journal of Applied Ecology minggu ini, jenis semut ini merupakan contoh terbaik yang pernah didokumentasikan sebagai pengendali hama alami pada pertanian terbuka. Efisiensi mereka bersaing dengan pestisida kimia, dan harganya lebih murah.

Gagasan untuk menggunakan semut rangrang sebagai biokontrol sebenarnya bukanlah hal baru. Sekitar 1.700 tahun lalu, para petani di Tiongkok membeli semut-semut untuk dilepaskan di kebun jeruk.

Singkatnya, pada tahun 2008, ketika penelitian menemukan bahwa semut rangrang dapat memakan dan membersihkan hama dengan efektif dan murah, pendapatan bersih mereka meningkat hingga 71%. Kemudian ribuan petani di Vietnam mulai beralih menggunakan semut rangrang sebagai pestisida alami untuk tanaman kacang mete mereka.

Menurut hasil studi terbaru, semut rangrang dapat mengurangi jumlah hama dan kerusakan yang diakibatkan sehingga dapat meningkatkan hasil panen berbeda. Beberapa penelitian lain menemukan bahwa semut lebih efektif daripada pestisida buatan.

Terlebih lagi, semut rangrang bukanlah satu-satunya yang dapat digunakan sebagai pestisida organik. Ada  hampir 13.000 spesies semut lain yang juga dapat digunakan sebagai pengendali hama alami. Ada pula beberapa spesies semut yang menunjukkan potensi untuk mengendalikan hama arthropada, gulma dan penyakit tanaman.

Sumber : National Geographic Indonesia

kecoa_002

Rahasia Kecoa Bisa Hidup Tanpa Kepala

Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan binatang yang bernama kecoa.

Kecoa diketahui sebagai binatang yang sangat jorok dan kotor jika dilihat dari tempatnya biasa diitemukan. Banyak sekali orang yang merasa jijik dan takut jika bertemu bahkan harus bersentuhan fisik dengan binatang yang satu ini.

Ada sekitar 4.500 spesies kecoa yang diketahui di seluruh dunia, namun hanya 30 spesies yang berinteraksi dengan manusia dan dianggap sebagai hama.

Tidak ada kepala = mati ?

Pernyataan itu sepertinya tidak berlaku bagi kecoa, dimana dapat hidup selama 9 hari bahkan berminggu-minggu dengan makanan yang tersisa ditubuhnya dan bernafas melalui tubuh.

Kecoa terkenal karena kemampuan bertahan hidup yang membuatnya tetap lestari selama jutaan tahun. Mereka bisa bertahan meski ada ledakan nuklir dan radiasinya. Bahkan bisa tetap hidup selama berhari-hari meski tanpa kepala.

Kecoa bisa hidup meski tanpa kepala, bagaimana bisa?

Dilansir dari New Scientist, Ahli fisiologi dan biokimia University of Massachusetts Amherst, Joseph Kunkel menjelaskan bagaimana kecoa dapat hidup tanpa kepala sedangkan manusia tidak. Pemenggalan kepala pada manusia mengakibatkan kehilangan darah dan tekanan darah yang menyebabkan gangguan terhadap sirkulasi oksigen dan nutrisi pada jaringan vital tubuh.

Selain itu, manusia bernafas melalui hidung dan mulut, dimana otak mengontrol sistem pernafasan, maka bernafas juga akan berhenti. Ditambah lagi, manusia tidak dapat makan tanpa kepala.

Sedangkan kecoa tidak memiliki tekanan darah seperti manusia. Kecoa juga tidak punya jaringan pembuluh darah untuk dilalui darah. Kecoa memiliki sistem peredaran darah terbuka dimana distribusi darah ke seluruh tubuh tidak selalu melewati pembuluh darah. Darah bisa secara langsung menuju ke jaringan tubuh tanpa melalui pembuluh.

Meski tanpa kepala, kecoa tetap bisa bernafas melalui spirakel, lubang ventilasi kecil di bagian-bagian tubuhnya. Sistem pernafasan kecoa tidak dikontrol oleh otak dan oksigen tak diangkut oleh darah. Lubang spirakel itu langsung menuju ke jaringan tubuh melalui serangkaian tabung yang disebut trakea.

Nah, itu dia alasan kenapa kecoa tetap bisa hidup meski tanpa kepala !

 

 

Rayap-67s53wh8qkkj0g4tn45xbjzl4a7m4q6h0u75cnjdvq2

Rayap, Si Kecil Yang Pintar

Rayap seperti apa yang Anda kenal? Rayap yang suka merusak kayu dan buku? Betul! Tapi, itu hanya bagian kecil saja dari rayap.

Rayap terdiri dari dua ribuan jenis. Dari sekian banyak, hanya sekitar 100 jenis rayap yang suka merusak. Sisanya, rayap sangat berguna untuk manusia.

Rayap termasuk binatang pengurai. Mereka mendaur-ulang sisa-sisa makhluk-makhluk hidup, seperti daun-daur gugur diuraikan kembali menjadi zat-zat mineral dan juga berguna untuk menyuburkan tanah.

Rayap juga punya antena yang berguna sebagai alat pendeteksi seperti cahaya dan bau.

Rayap hidup berkelompok sesuai dengan kastanya masing-masing. Ada kasta pekerja, kasta tentara, dan kasta ratu.

Kasta tentara bertugas menjaga keamanan dari serangan musuh atau bahaya lainnya. Kalau kasta ratu, tugasnya hanya berkembangbiak saja dan menghasilkan telur untuk dikembangbiakan menjadi rayap-rayap baru.

Kasta pekerja ini adalah kasta terendah. Tugasnya bekerja, mencari makanan, dan membersihkan rumah ratu, menyuapi tentara, ratu dan raja. Kasta pekerja memiliki gerakan tubuhnya sangat lincah.

Mungkinkah pekerja yang buta mampu mendirikan bangunan yang megah dan besar? Prestasi demikian adalah tidak mungkin bagi manusia.

Tetapi, rayap yang buta sepanjang hidupnya sanggup membangun sarang yang megah dan besar padahal rayap sama sekali buta. Bahkan rayap tidak dapat melihat terowongan yang dibuatnya, tidak juga bahan dan tanah yang digunakannya, maupun lubang-lubang yang dibangunnya.

Walaupun tubuhnya amat kecil dan buta, namun rayap mampu membangun sarang raksasa yang menjulang hingga 7 meter (23 kaki) tingginya.

Nah ternyata banyak informasi mengenai rayap yang menarik, bukan?

foto-hadapi-pemanasan-global-perhatikan-lima-wabah-penyakit-ini

Hadapi Pemanasan Global, Perhatikan Lima Wabah Penyakit Ini

Ternyata ancaman lain dari pemanasan global tak hanya terkait dengan mencairnya gunung es, kenaikan permukaan laut, maupun perubahan cuaca ekstrim. Sejumlah wabah penyakit baru maupun lama menjadi salah satu masalah yang kini juga membutuhkan perhatian.

Melelehnya tanah permaforst yang membeku dibawah titik beku suhu 0 derajat celsius bisa saja melepaskan “zombie pathogen” yang telah membeku berabad-abad. Ini adalah beberapa ancaman dari wabah penyakit akibat pemanasan global itu.

1. Anthrax

Akhir Juli 2016, anthrax menyerang rusa di Siberia hingga menewaskan setidaknya 2,000 ekor. Penyebabnya adalah bangkai beku dari rusa yang mati 75 tahun yang lalu mencair karena suhu hangat musim panas.

Diketahui bangkai rusa tersebut terinfeksi oleh anthrax. Para peneliti telah memperingatkan bahwa kuburan sapi yang terinfeksi anthrax dan rusa di Siberia akan memicu wabah penyakit tersebut, jika tanah di Siberia mencair.

2. Pergerakan Virus Zika

Zika merupakan virus yang berbahaya ketika menyerang wanita hamil. Pembawa virus utama dari Zika adalah nyamuk Aedes Aegypti, juga membawa wabah demam berdarah dan demam chikungunya.

Pemanasan global memungkinkan penyebaran penyakit ini semakin meluas. Berdasarkan laporan tahun 2014 pada jurnal Geospatial Health menunjukkan bahwa daerah tropikal tidak teralu terbuka pada penyebaran virus ini, namun daerah seperti Australia, Iran, area Arab, dan beberapa area di Amerika Utara rentan penyebaran Zika.

Perkembangan nyamuk disebabkan karena orang-orang mulai menampul air hujan dekat halaman rumah mereka, dan menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk-nyamuk tersebut.

3. Zombie

Anthrax bukan satu-satunya pathogen yang berpotensial menyebar lewat mencairnya permaforst. Tahun 2015, sebuah virus besar ditemukan di permaforst Siberia setelah membeku selama 30,000 tahun lamanya.

Virus ini tidak berbahaya bagi manusia karena hanya menyerang amoeba. Namun ditemukannya virus ini mendorong kekhawatiran akan penyakit seperti cacar.

Kegiatan pertambang manusia di area Siberia yang beku mampu menganggu mikroba telah aktif selama ribuan tahun.

4. Kutu

Seperti nyamuk, kutu juga menemukan habitat baru akibat dari perubahan iklim. Dan tentu saja, mereka juga membawa penyakit bersamaan dengan pergerakan mereka.

Salah satunya adalah Babesiosis, penyakit yang dibawa kutu dan disebabkan oleh virus Babesia Microti. Penyakit ini ditemukan di Timur Laut dan sejumlah area di Amerika Serikat.

Infeksi terjadi ketika musim panas, saat dimana manusia dan kutu paling banyak beraktivitas. Musim panas membuka peluang bagi banyak orang untuk terinfeksi penyakit tersebut.

5. Kolera

Penyakit mematikan kolera menyebar lewat air yang terkontaminasi. Menurut penelitian, pemanasan global akan meningkatkan penyebaran penyakit ini.

Peningkatan panas dan banjir akibat dari perubahan iklim meningkatkan penyebaran kolera di area dengan sanitasi yang buruk. Banjir juga mampu membawa air yang terkontaminasi menyebar lebih luas.

 

Sumber : National Geographic

w

Musim Semi dan Musim Panas Berdampak Terhadap Populasi Hama

Bug Barometer yang dikembangkan oleh ahli entomologi AS yang memeriksa laporan cuaca dan menganalisis pola curah hujan untuk menentukan efek pada indeks tekanan hama.

“Pola cuaca yang tidak konsisten dapat mengubah kapan bahkan di mana hama ini menjadi aktif. Barometer ini akan membantu orang menjadi lebih siap dan bisa menjaga rumah mereka” kata Cindy Mannes, wakil presiden urusan publik untuk NPMA.

Mengetahui apa yang diharapkan untuk musim ini sangat penting karena beberapa hama musim semi, seperti kutu dan nyamuk dapat memiliki dampak langsung pada kesehatan terutama dengan ancaman penyakit Lyme dan virus Zika menjadi kepedulian tinggi dalam beberapa bulan terakhir. Dan hama lainnya, termasuk semut dan rayap dapat menyebabkan kerusakan pada rumah.

Menurut Bug Barometer, inilah perkiraan hama untuk masing-masing daerah dari luar AS :

AS timur laut: pada musim kering (bulan Desember) diakhir bulan dengan cuaca yang lebih hangat dari biasanya dan sedikit salju, kondisi ini memberi peluang bagi aktivitas hama semut dan kepik untuk datang dan musim hujan akan membawa populasi nyamuk lebih banyak.

AS bagian tenggara: musim hujan dan musim dingin lebih hangat dari biasanya akan mendukung populasi nyamuk. Rayap dan semut akan muncul selama musim semi dan panas.

AS Barat tengah: cuaca basah dapat meningkatkan aktifitas semut dan kutu, populasi nyamuk meningkat.

AS Barat daya: dingin dan musim semi dapat menunda populasi rayap, meningkatkan populasi nyamuk dan semut lebih dominan di area dalam. Musim panas kering meningkatkan populasi kutu.

AS Barat laut: curah hujan tinggi dan hujan salju selama musim dingin populasi nyamuk lebih tinggi dan meningkatkan aktivitas semut.

 

Sumber : www.pestworld.org

13528492_1268798109844069_4237266641967103999_o

Penyerahan Sumbangan Buku ke Yayasan Wadah

Senin 27 Juni 2016, ETOS menyerahkan sumbangan buku dan majalah dari pelanggan ETOS kepada Yayasan Wadah Titian Harapan.

Sumbangan buku dan majalah tersebut didonasikan oleh pelanggan ETOS melalui program Bulan Pendidikan Bersama ETOS yang sudah berjalan pada bulan Mei lalu.

Ratusan buku dan majalah tersebut diserahkan langsung oleh Bapak Rizki Maheng selaku Manager QA ETOS kepada Ibu Retnaning Tyas, Ketua Yayasan Wadah Titian Harapan.

Sumbangan buku dan majalah tersebut selanjutnya akan diteruskan ke komunitas dan rumah baca binaan Yayasan tersebut.

“Terima kasih kepada ETOS atas sumbangannya. Semoga buku dan majalah ini bermanfaat bagi komunitas dan rumah baca kami yang kebanyakan pembacanya adalah anak-anak” Ibu Retnaning Tyas selaku Ketua Yayasan Wadah Titian Harapan menyampaikan harapannya.

Terima kasih kami ucapkan kepada pelanggan ETOS yang sudah turut berpartisipasi dalam sumbangan ini.

WhatsApp-Image-20160623 (6)

Ulang Tahun ETOS Ke 24

Rabu 22 Juni 2016 menjadi hari  yang istimewa bagi PT. ETOS INDONUSA.

Tepat pada hari itu ETOS merayakan hari jadinya yang ke 24.

Perayaan ulang tahun yang jatuh pada bulan suci Ramadhan dilakukan dengan kegiatan buka puasa bersama Direksi bersama seluruh karyawan kantor pusat ETOS.

Dalam kesempatan buka puasa bersama tersebut, Manajemen ETOS memberikan penghargaan kepada karyawan yang sudah bekerja selama 17 tahun di ETOS.

“ETOS sudah berkembang selama 24 tahun ini dan semoga terus menjadi tempat kerja yang berkah serta memberi manfaat bagi masyarakat” Ibu Endang selaku Direktur ETOS menyampaikan harapannya saat memberikan sambutan.

Menjelang waktu berbuka puasa, Bapak Ahmad Damamini (General Manager Business Development) memberikan siraman rohani kepada ratusan karyawan yang ikut serta pada kegiatan buka puasa bersama itu.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Pusat ETOS tersebut diakhiri dengan buka puasa bersama seluruh karyawan dan makan malam menikmati sajian yang sudah disiapkan panitia.

Selamat ulang tahun ETOS.

Terimakasih untuk seluruh pelanggan atas kerjasama dan dukungan selama ini.

082906_tikusts

Tikus, Si Cerdik dan Adaptif

Ada 3 (tiga) jenis tikus yang selalu menimbulkan masalah dan kerugian bagi manusia, yaitu tikus got (Rattus norvegicus), tikus atap (Rattus rattus) dan tikus rumah (Mus musculus).

Tikus diketahui sebagai hama perusak dan menularkan beberapa penyakit seperti Leptospirosis, Pres (sampar), Salmonelosis dan lain-lain. Hal ini didukung struktur tubuh yang sangat efektif dan cepat berkembangbiak. Tikus memiliki kemampuan beradaptasi terhadap berbagai jenis habitat dan cuaca, serta cerdik mengambil kesempatan untuk mencari makan, mengerat dan memilih sarang.

Untuk menahan laju pertumbuhan gigi tikus yang konstan (0,4 mm per hari), tikus selalu mengeratkan gigi seri atas dan bawah pada benda yang ditemui. Tekanan gigi tikus mencapai 7000 psi (per square inchi) atau 500 kg/cm2 dengan kecepatan gigitan mencapai 6 gigitan per detik.

Tikus aktif pada malam hari (nokturnal) dan buta warna tetapi dapat mengenali suatu benda dari jarak 15 meter serta dapat melihat gerakan dari jarak 10 meter. Pendengaran tikus sangat sensitif sehingga mampu mendengar suara ultrasonic antara 90-100 KHz (nilai ambang sensitifitas pendengaran manusia adalah 20 KHz).

Tikus menggunakan indra penciuman olfactory organ untuk mengetahui lokasi makanan, jalur, territorial dan juga untuk mengetahui anggota baru atau bukan kelompoknya. Tikus dapat mengetahui jalur dari bau urine dan berbagai bau sekresi tubuhnya yang mengandung feromone serta dapat mendeteksi kontaminan pada makanannya.

Tikus selalu berkeliling dalam lingkungannya untuk mengetahui lokasi makanan, air, kawin, mencari bahan untuk sarang dan lokasi sarang. Tikus bersifat neophilic, yaitu tertarik dan menyelidiki sesuatu yang baru, serta bersifat neophobic yaitu sangat berhati-hati dengan segala sesuatu yang baru.

3193787877

Mengenal Feromon, Alat Komunikasi Semut

Ada gula ada semut. Pasti pernah mendengar peribahasa ini kan? Peribahasa ini ternyata menyimpan fakta yang menarik mengenai semut. Bagaimana caranya semut dapat selalu mengetahui keberadaan gula atau benda-benda lain yang bisanya selalu dikerumuni semut?

Jawabannya karena semut memiliki sistem komunikasi canggih, yang disebut Feromon.

Feromon adalah salah satu senyawa kimia hidrokarbon yang memiliki peranan penting dalam sistem komunikasi serangga termasuk semut. Feromon berasal dari kata “fer” yang artinya membawa dan “hormon” sehingga feromon berarti “pembawa hormon”.

Feromon digunakan sebagai isyarat antara hewan satu spesies dan biasanya diproduksi dalam kelenjar khusus untuk disebarkan. Fungsi lain dari feromon adalah sebagai penanda jejak menuju sumber makanan dan memberikan tanda bahaya yang disekresikan saat musuh menyerang.

Teknik komunikasi dengan jejak (mengikuti jejak bau) sering digunakan oleh semut. Semut yang menemukan sumber makanan meninggalkan jejak senyawa kimia (Feromon) di tanah melalui sengat pada bokongnya. Jejak yang dibuatnya membantu teman-temannya menemukan sumber makanan. Banyak serangga memiliki zat feromon, tapi masing masing memiliki fungsi yang serupa tapi tak sama. Banyak contoh yang menarik dalam hal ini.

Suatu spesies semut yang hidup di gurun pasir di Amerika mengeluarkan bau khusus yang diproduksi di kantung racunnya jika ia menemukan serangga mati yang terlalu besar atau berat untuk dibawanya. Teman-teman sesarangnya dari jauh dapat mencium bau yang dikeluarkan dan mendekati sumbernya. Ketika jumlah semut yang berkumpul di sekitar mangsa sudah cukup, mereka membawa serangga tersebut ke sarang.

Ketika semut api berpisah untuk mencari makanan, mereka mengikuti jejak bau selama beberapa lama, lalu akhirnya berpisah dan mencari makanan masing-masing. Sikap semut api berubah jika sudah mene-mukan makanan. Kalau menemukan makanan, semut api kembali ke sarang dengan berjalan lebih lambat dan tubuhnya dekat dengan tanah. Ia menonjolkan sengatnya pada interval tertentu dan ujung sengat menyentuh tanah seperti pensil menggambar garis tipis. Demikianlah semut api meninggalkan jejak yang menuju ke makanan.

Uniknya, semut yang menemukan jejak feromon dari semut lain untuk menuju sumber makanan mampu menemukan jalan kembali yang lebih singkat. Biasanya jejak semut penemu sumber makanan berkelok kelok dan panjang, tapi jejak semut- semut berikutnya akan membentuk garis lurus yang lebih singkat.

Bagaimana semut dapat melakukannya? Semut menjadikan matahari sebagai kompas dan cabang pohon atau tanda alam lainnya sebagai penunjuk jalan. Semut mengingat tanda-tanda tersebut dengan baik, bahkan semut yang pergi mencari makan pada pagi hari dan baru kembali pada malam harinya pun akan tetap mengenali tanda-tanda yang dilaluinya meskipun kondisi berubah.