a_aegypti_0

Mengapa Anda yang selalu digigit nyamuk?

Saat berkumpul dengan teman di beranda sore hari, Anda mungkin pernah merasa kesal. Dari banyak orang yang ada, Andalah yang paling sering terkena gigitan nyamuk. Sampai-sampai teman mengejek kalau Anda belum mandi sore.

Nyamuk memang bukanlah mahluk yang kita suka, lebih-lebih ia adalah inang dari berbagai sumber penyakit seperti Zika dan demam berdarah. Belum lagi rasa gatal yang ditimbulkannya sering bikin kita kehilangan akal dan tak bisa tidur malam.

Ironisnya, nyamuk sering ‘tidak adil’ pada korbannya. Beberapa dari kita cenderung lebih sering digigit nyamuk dibanding yang lain. Awalnya tak ada yang tahu penyebabnya, tapi penelitian telah membuka tabir misteri tersebut.

Tahukah Anda?

  • Meski ada lebih dari 3.000 spesies nyamuk yang ada di alam, hanya sekitar 200 spesies yang menggigit manusia.
  • Hanya nyamuk betina yang menggigit.
  • Perkembangbiakan mereka dimulai saat cuaca mulai menghangat dan telur-telur akan menetas.
  • Mereka suka berada di badan air seperti kolam, danau atau parit tergenang.
  • Udara hangat dan lembab adalah surga bagi nyamuk berkumpul.

Nyamuk punya penciuman luar biasa, tapi ia juga bergantung pada warna apa yang mereka lihat. Mereka sangat tertarik pada karbon dioksida, dan jika Anda bertubuh gemuk, maka mereka makin tertarik karena itu berarti makin banyak karbon dioksida yang Anda produksi dibanding orang yang lebih kurus.

Karbon dioksida juga bisa dipicu oleh olahraga atau setelah meminum alkohol. Ini karena metabolisme tubuh meningkat, menjadikan Anda target empuk nyamuk. Meskipun begitu, ada juga faktor genetik yang berperan, begitu juga dengan aroma tubuh alami juga berpengaruh.

Faktor lain yang ikut menyumbang seberapa besar kemungkinan Anda menjadi sasaran gigitan nyamuk adalah adanya bau khas di permukaan kulit. Asam laktat, asam urea dan bakteria juga disukai nyamuk. Tapi jika Anda tidak mudah digigit nyamuk, itu berarti Anda termasuk yang beruntung karena secara alami memiliki bau yang tak disukai nyamuk.

Terakhir, warna pakaian juga bisa menjadi faktor penentu. Warna pakaian yang cerah biasanya tidak disukai nyamuk, mereka lebih tertarik pada warna baju yang gelap atau merah.

 

Sumber : Diambil dari berbagai sumber

Rayap-67s53wh8qkkj0g4tn45xbjzl4a7m4q6h0u75cnjdvq2

4 Tanda Rumah Anda Telah Diserang Rayap

Rayap biasanya terlihat seperti semut sehingga kehadirannya sering disepelekan. Padahal, keberadaan hama yang dikenal rakus ini biasanya diiringi dengan “kejutan” berupa kerusakan pada sejumlah titik di rumah.

Bila terlambat mendeteksi keberadaan rayap, kerusakan rumah  pun bisa terlanjur terjadi. Namun untuk mencegah kerusakan lain di kemudian hari, ketahui tips untuk mengenali keberadaan rayap sebelum bangunan Anda diserang habis oleh mereka:

Jalur tanah di dinding

Subterranean atau rayap tanah membangun jalur penampungan yang terbuat dari lumpur, kotoran, dan puing-puing sebagai jalur bolak balik menuju sumber makanan agar tidak terlihat. Jalur ini umumnya ditemukan pada dinding eksterior dan interior yang mengarah ke titik masuk dari bangunan.

Sayap laron bertebaran

Biasanya tanda pertama dari serangan rayap yang menjadi perhatian pemilik properti adalah kehadiran rayap terbang atau laron. Tanda umum lainnya adalah sisa-sisa dari sayap laron yang rontok yang dapat ditemukan di lantai dan pinggir jendela.

Walaupun rayap atau laron ini kemungkinan cepat menghilang setelah menemukan pasangan kawinnya, tanda-tanda seperti adanya kumpulan sayap yang identik tanpa tubuh merupakan pertanda dari kemunculan rayap.

Terdapat rongga pada kayu dan terdengar suara seperti kertas disobek

Rayap biasanya memakan kayu dari sebelah dalam ke luar dan meninggalkan kayu atau cat dengan lapisan tipis. Jadi, ketika Anda mengetuk atau menekan area kayu yang diserang rayap, maka akan terdengar berongga atau terasa tipis karena sebagian (atau semua) isi kayu tersebut telah digerogoti oleh rayap.

Kotoran rayap

Setelah memakan kayu, rayap kayu kering sering meninggalkan gundukan kotoran kasar berwarna coklat. Untuk rayap kayu kering, mereka mengeluarkan feses berwarna coklat kasar, kotoran ini biasanya ditemukan di bawah kayu yang digerogoti.

Pemeriksaan rutin oleh teknisi pengendalian hama berlisensi dapat membantu mendeteksi keberadaan rayap lebih awal. Teknisi yang berpengalaman dapat mendeteksi suara berongga di kayu dan suara prajurit rayap “berderit” sebagai respon ketika kayu diketuk.

 

Sumber : Diambil dari berbagai sumber

foto-benarkah-tikus-suka-keju

Benarkah Tikus Suka Keju?

Dalam film kartun, sering sekali terdapat adegan tikus yang selalu tertarik dengan potongan keju. Benarkah tikus menyukai makanan yang satu ini?
Sejauh ini para pembasmi tikus ataupun pemilik toko keju di Amerika berpendapat bahwa tikus sama sekali tidak suka keju. Bahkan, mereka menjauh dari beberapa jenis keju, karena penciuman mereka yang amat sensitif dan beberapa jenis keju mengeluarkan bau yang membuat mereka menjauh.
David Holmes, seorang ahli perlilaku satwa dari Manchester Metropolitan University pernah melakukan penelitian terkait kesukaan tikus pada makanan termasuk keju.Menurutnya, jika benar-benar lapar, tikus akan mengerikiti apapun seperti kardus bahkan manusia.
“Tikus memberi respon pada bau, tekstur, dan rasa makanan. Dan keju adalah suatu benda yang tidak tersedia dalam lingkungan alami mereka, dan karena itulah mereka tidak memberi respon pada keju,” ujar Holmes.
Kebanyakan tikus menyukai biji-bijian, buah-buahan, dan makanan manis. Jenis tikus lainnya lebih memilih serangga atau binatang kecil. Hal ini sudah menjadi kebiasaan tikus, bahkan jauh sebelum manusia menciptakan keju.
Jadi, dari mana sebenarnya mitos mengenai keju yang menjadi makanan favorit tikus itu muncul?
Holmes berpendapat, bahwa kartunis gemar menggambar keju berlubang dilengkapi dengan kepala tikus kecil yang lucu dan mencuat muncul dari lubang tersebut. Mereka menganggap hal tersebut lucu dan terus digunakan hingga kini.
Kita pun bisa melihat sampai sekarang bahwa Tom sering memberi umpan Jerry agar keluar dari tempat persembunyiannya dengan sepotong keju.
Jadi sebenarnya, makanan apa yang disukai tikus dan bisa digunakan untuk memerangkap? Ternyata, tikus menyukai selai kacang dan juga cokelat. Lebih manis, lebih baik. Selain itu Stephen Turner, salah satu manajer Pest Control Shop, distributor perangkap tikus di Eropa juga berpendapat, bahwa tikus kota menggemari hamburger.
Sumber : http://nationalgeographic.co.id
20155914_1684556551601554_1064860952764447445_n

Family Gathering dan Customer Loyalty Awards Dalam Rangka 25 Tahun ETOS

Menyambut ulang tahun ke-25, PT ETOS INDONUSA membuat rangkaian kegiatan untuk memberi penghargaan kepada seluruh karyawan, pelanggan dan mitra bisnis yang sudah menjadi bagian dari perjalanan 25 tahun ETOS.

Sebagai bentuk penghargaan kepada karyawan diadakan kegiatan Family Gathering yang mengambil tema “Dengan Semangat 25 Tahun, Kita Tingkatkan Kebersamaan dan Produktifitas Kerja”. Kegiatan yang diadakan di Tsamara Resto and Function Hall pada Minggu 16 Juli 2017 tersebut diikuti oleh  seluruh karyawan beserta keluarga tercinta. Family Gathering diramaikan dengan berbagai penampilan kreatif dari masing-masing cabang ETOS dan pembagian puluhan doorprize menarik.

Puncak dari rangkaian acara 25 Tahun ETOS dilaksanakan dalam bentuk kegiatan Customer Loyalty Awards di Hotel Ciputra Jakarta Barat pada Kamis 20 Juli 2017.

Kegiatan Customer Loyalty Awards dihadiri ratusan pelanggan loyal ETOS bersama sejumlah mitra bisnis, perwakilan Dinas Kesehatan dan juga Ketua ASPPHAMI Pusat dimana ETOS menampilkan hiburan tari Pendet dan tari Saman serta membagikan sejumlah doorprize.

Tema kegiatan yang bertajuk “25 Years of World Class Tradition” menunjukkan semangat ETOS untuk menjadi perusahaan jasa pengendalian hama dari Indonesia yang mampu bersaing di era global.

 

19399305_1653528224704387_1309943237533168645_n

Kemeriahan Buka Puasa Bersama Dalam Rangka Ulang Tahun ETOS ke-25.

Kamis, 22 Juni 2017 adalah hari  yang istimewa bagi PT. ETOS INDONUSA karena bertepatan dengan hari jadi ETOS yang ke 25.

Perayaan ulang tahun yang juga jatuh pada bulan suci Ramadhan dimeriahkan dengan kegiatan buka puasa bersama Direksi beserta seluruh karyawan ETOS.

Kemeriahan buka puasa bersama dalam rangka ulang tahun ETOS yang ke 25 tidak hanya berlangsung di kantor pusat Jakarta saja tetapi juga serentak dibeberapa cabang ETOS lainnya yaitu di Jawa Barat, Sumatera dan Banten.

Kami mengucapkan syukur atas pencapaian usia 25 tahun ini, sebuah usia yang menunjukkan berapa lama kami telah hadir memberikan layanan jasa pengendalian hama kepada masyarakat khususnya pelanggan ETOS yang tercinta.

Terimakasih kami haturkan kepada seluruh pelanggan dan mitra bisnis yang selama ini menjalin kerjasama dengan ETOS dan menjadi bagian dari perjalanan 25 tahun ETOS mengukuhkan diri sebagai perusahaan jasa pengendalian hama kreasi anak bangsa yang terbaik di Indonesia.

 

Selamat ulang tahun ETOS.

18403201_1606637612726782_680913611327444779_n

Dua Jenis Kecoa yang Paling Mungkin Sebabkan Alergi

Kecoa, hama yang tampilannya menjijikkan, dapat memicu alergi atau serangan asma. Namun, dari sekian banyak kecoa yang berkeliaran di dunia ini, hanya dua jenis yang paling mungkin menyebabkan atau memperparah kondisi alergi; kecoak Jerman (Blatella germanica) dan kecoak Amerika (Periplaneta americana).

Kecoa Amerika adalah sumber alergen yang terdapat di dalam ruangan. Ada lebih dari dua puluh komponen pengikat IgE yang diidentifikasi. Namun, hanya sembilan alergen yang mesti ditakutkan.

Kecoa mengandung protein yang merupakan alergen, zat yang menyebabkan reaksi alergi, bagi banyak orang. Seluruh bagian tubuhnya, termasuk air liur dan kutu kecoa adalah alergen. Kecoa mati saja masih dapat menimbulkan reaksi alergi.

Seperti dikutip dari situs Allergies About pada Senin (8/5/2017) munculnya alergen ini mirip dengan tungau debu yang bisa masuk ke selaput lendir mata, hidung, dan paru yang memicu terjadinya reaksi alergi. Biasanya, alergen ditemukan saat Anda sedang membersihkan rumah.

Oleh karena itu, hindari paparan kecoa dan kotorannya. Dengan rajin-rajin membersihkan rumah. Sebab, hama satu ini butuh makanan, air, dan tempat berlindung untuk bertahan hidup.

Ketika Anda ‘menyediakan’ hal-hal yang diinginkan kecoa-kecoa itu, sama saja Anda mengundang “tamu yang tidak diinginkan” itu datang.

Sumber : Liputan6.com

foto-apakah-serangga-juga-tidur

Apakah Serangga Juga Tidur?

Seluruh makhluk hidup di dunia perlu tidur, tak terkecuali serangga. Meski demikian tak mudah untuk mengetahui bagaimana cara serangga tidur.

Serangga seperti tawon, kecoa, mantis, bahkan lalat pun perlu tidur. Bahkan, lalat buat mempunyai perilaku tidur mirip mamalia.

Guna mengetahui cara tidur serangga bukanlah hal mudah. Perlu trik khusus untuk mengungkap misteri cara tidur serangga.

Ada beberapa tanda serangga tertidur, seperti badan yang tak bergerak, dan terkulai karena otot yang menjadi begitu rileks.

Menurut ahli biologis dari Oregon State University Katy Pridic mengungkap, manusia bahkan tidak mengetahui kapan kupu-kupu terlelap dalam tidurnya.

Selama ini kupu-kupu dianggap beristirahat pada siang hari, namun baru benar-benar terlelap ketika senja menjelang. Prudic memaparkan kepada National Geographic, kupu-kupu dapat terlelap ketika hinggap pada daun, ranting pohon, bahkan kaleng minuman.

 

Sumber : National Geographic Indonesia

main_mouse-creeping-in-house-banner

Cara Mengidentifikasi Tanda-tanda Keberadaan Tikus

Tikus dikenal dapat menyebarkan penyakit, merusak properti dan mencemari makanan dan makanan ternak. Jika mereka dapat masuk ke dapat rumah atau area bisnis Anda, mereka dapat membawa parasit lainnnya yang tidak diinginkan, seperti kutu, caplak dan pinjal.

Bertindaklah secepat mungkin setelah terindikasi tanda-tanda keberadaan tikus karena tikus mampu berkembangbiak dengan cepat dan berpotensi menjadi masalah serius jika dibiarkan begitu saja.

Bagaimana cara mengidentifikasi tanda-tanda keberadaan tikus?

Berikut adalah tanda-tanda yang dapat dijadikan petunjuk kemungkinan adanya keberadaan tikus :

Kotoran tikus

Tikus meninggalkan kotoran disekitar aktivitasnya. Biasanya ditemukan pada area yang sering dilewati tikus dimana tikus memproduksi hingga 40 kotoran setiap malam. Kotoran tikus got berwarna coklat gelap runcing, menggulung dengan panjang sekitar 9-14 mm. Kotoran tersebut dapat menyerupai sebutir beras yang besar.

Suara cakaran

Mempunyai tikus di atap Anda ? Tikus atap adalah pendaki yang lincah dan dapat dengan mundah mendapatkan akses ke ruang loteng dan bangunan lantai atas. Mendengar suara cakar pada malam hari di atas atap bisa jadi menunjukkan kehadiran mereka. Disisi lain tikus got adalah pendaki yang kurang mahir. Anda mungkin mendengar mereka berlarian di bawah gelangang, gudang dan lantai. Mereka lebih cenderung teridentifikasi oleh suara gertak gigi yang membuat mereka dikenal dengan nama Bruxing.

Jejak kaki (lintasan jejak)

Tikus meninggalkan tanda kaki dan tanda ekor pada tempat yang berdebu, pada bangunan yang jarang digunakan. Cahaya senter yang kuat pada sudut yang pendek seharusnya dapat mengungkapkan jejak yang jelas. Untuk menentukan apakah infestasi aktif atau tidak, taburi tepung atau bedak di sepanjang hamparan lantai dekat jejak kaki dan periksa trek baru keesokan harinya.

Semir tikus

Tikus menggunakan rute yang dibuat sepanjang pinggir papan dan dinding karena penglihatan mereka yang lemah. Minyak dan kotoran pada tubuh mereka meninggalkan noda dan tanda gelap pada kedua objek dan permukaan yang berulang kali tergesek.

Kerusakan

Tikus memiliki gigi yang tumbuh terus – menerus sehingga perlu mengunyah kayu dan plastik untuk menjaga gigi terus terasah. Hal ini berpotensi penyebab kebakaran apabila mengunyah kabel listrik. Perhatikan robekan pada kemasan makanan, karena tikus merobek makanan hingga terbuka, meninggalkan bekas gigitan yang terlihat.

Sarang

Tikus membangun sarang di tempat yang hangat, tempat yang tersembunyi dengan menggunakan bahan yang mudah robek seperti koran dan kain. Sarang tersebut akan sering ditempati oleh tikus mudan dan biasanya terletak dekat dengan sumber makanan. Periksa belakang dan dibawah peralatan, seperti lemari es, freezer, atau di dekat dapur.

Liang

Tikus got terkenal dalam hal menggali dan penggalian sistem liang yang luas untuk tempat tinggal, menyimpan makanan dan mendirikan sarang. Temukan liang di tumpukan kompos, bawah deck, taman gudang, atau di garasi.

 

Sumber : Diambil dari berbagai sumber

foto-semut-andalkan-memori-visual-dan-posisi-matahari-untuk-menavigasi

Semut Andalkan Memori Visual dan Posisi Matahari untuk Menavigasi

Selain dikenal sebagai hewan yang memiliki etos kerja tinggi, semut juga dikenal dengan kemampuan navigasinya yang luar biasa.

Kini, studi terbaru oleh tim peneliti dari Inggris dan Prancis mengungkap bahwa kemampuan navigasi semut ternyata lebih mengagumkan dari yang kita ketahui sebelumnya.

Eksperimen yang dilakukan oleh tim terhadap semut gurun menunjukkan bahwa serangga ini menjaga arah perjalanan dengan berpatokan pada posisi matahari di langit yang mereka kombinasikan dengan informasi visual dari lingkungan sekelilingnya.

“Semut dapat menggabungkan informasi dari pengandaian-pengandaian berbeda dan menerjemahkannya menjadi gambaran arah yang jauh lebih canggih dari yang kita bayangkan,” kata salah satu peneliti, Antonie Wystrach dari French National Center for Scientific Research (CNRS).

“Transfer aspek informasi ini menunjukkan adanya sinergi antara area-area otak yang berbeda,” tambah Wystrach.

Mengamati lingkungan di sekeliling mudah dilakukan jika semut berjalan maju. Tapi, adakalanya semut harus berjalan mundur jika membawa makanan yang berukuran besar.

Lantas, bagaimana cara semut yang berjalan mundur mempertahankan arah perjalanan agar tetap dalam rute yang benar?

Percobaan dalam studi ini mengungkap bahwa semut yang berjalan mundur sesekali akan berhenti, menjatuhkan makanannya, dan membalikkan badan untuk memeriksa lingkungan di sekelilingnya. Hal ini dilakukan untuk mencocokkan apa yang mereka lihat dengan memori visual tentang rute menuju sarang, dan dapat memperbaiki arah perjalanan jika ternyata mereka salah rute.

Profesor dari University of Edinburgh, Barbara Webb, mengatakan bahwa semut dapat menavigasi seperti mobil swakemudi.

“Semut memiliki otak yang relatif kecil, lebih kecil daripada kepala peniti. Namun mereka dapat melakukan navigasi dengan baik bahkan dalam berbagai kondisi sulit, termasuk berjalan mundur,” katanya.

Ke depannya, studi lanjutan diharapkan dapat membantu untuk menentukan interaksi antara berbagai daerah di otak semut yang memungkinkan serangga tersebut menggunakan dan menggabungkan berbagai bentuk navigasi.

“Memahami perilaku mereka memberikan pemahaman baru tentang fungsi otaknya dan menginspirasi kami untuk membangun sistem robot yang meniru fungsi otak mereka.”

Para ilmuwan dalam tim tersebut berencana membuat model sirkuit saraf seperti pada otak semut. Mereka berharap dapat mengembangkan robot yang dapat melakukan navigasi di alam, seperti hutan misalnya.

 

Sumber : National Geographic Indonesia

WhatsApp Image 2017-01-19 at 16.36.35

Peluncuran LinkedIn Resmi ETOS

Siapa yang tidak tahu LinkedIn? Anda semua pasti sudah punya akun salah satu media sosial yang populer ini.

Ya.. LinkedIn adalah situs jaringan sosial yang berorientasi bisnis, terutama digunakan oleh jaringan profesional untuk membantu menjalin hubungan profesional dengan kontak terpercaya. Data Agustus 2016 menunjukkan lebih dari 100 juta pengguna LinkedIn di Asia Pasifik atau 22% dari total pengguna LinkedIn seluruh dunia.

Menyambut tahun 2017, ETOS meluncurkan satu lagi akun resmi media sosial yaitu LinkedIn.
Eksistensi ETOS di dunia digital ditunjukkan dengan keberadaan sejumlah akun resmi media sosial seperti Fan Page Facebook, Instagram dan Twitter dan yang terbaru adalah LinkedIn.
Follow akun media sosial kami untuk terus terhubung dengan perusahaan pengendalian hama professional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi serta ramah lingkungan dan berdaya saing global sejak 1992.
Yuk follow LinkedIn ETOS dan media sosial lainnya untuk terus terupdate dengan info-info terkini dari perusahaan.
Selamat ber LinkedIn.