Tindakan pengendalian hama yang dilakukan ETOS berdasarkan konsep IPM (Integrated Pest Management), namun sebelum melaksanakan konsep IPM tersebut ETOS menerapkan konsep IPM lain (Intensive Prevention Monitoring) dengan mendahulukan tindakan non treatment sebagai pilihan pengendalian hama dan tindakan treatment sebagai pilihan terakhir.

Dengan konsep ini maka penggunaan pestisida secara bijaksana terpenuhi dan pengendalian hama yang efektif, efisien dan ramah lingkungan tercapai.

 

termini

RAYAP

Rayap termasuk serangga perusak bangunan yang ganas. Rayap merusak struktur bangunan dengan cara memakan selulosa dari unsur bangunan tersebut. Bangunan atau property adalah investasi yang tidak ternilai sehingga mengendalikan rayap menjadi tindakan yang sangat penting untuk dilakukan sebelum rayap merusak semuanya.
Di ETOS, pengendalian hama rayap dilakukan pada area bangunan yang belum berdiri (pre construction) dan setelah bangunan sudah berdiri (post construction) dengan penggunaan metode aplikasi pestisida yang tepat sasaran dan disertai  tindakan monitoring.
kelaabang2

SERANGGA MERAYAP

Kondisi sanitasi yang buruk menjadi alasan utama keberadaan kecoa disuatu lokasi. Meski demikian kondisi lokasi yang bersih pun tidak menjamin bebas kecoa karena serangga seperti kecoa bisa saja masuk terbawa oleh barang-barang yang datang dari luar. Kecoa dapat menjadi penyebab penyakit disentri dan typhoid.
Pengendalian serangga merayap di ETOS mengedepankan metode pengumpanan dan edukasi mengenai sanitasi serta faktor pendukung keberadaan hama sehingga penggunaan metode aplikasi penyemprotan dengan pestisida dilakukan seminimal mungkin agar pengendalian yang dilakukan tetap ramah lingkungan serta adanya aktivitas monitoring secara rutin.
urban

SERANGGA TERBANG

Serangga terbang seperti lalat dan nyamuk selain mengganggu kenyamanan juga dapat menularkan beberapa penyakit ke manusia seperti disentri dan kolera oleh lalat serta demam berdarah dan malaria oleh nyamuk. Metode larva treatment, residual treatment, space treatment, pengumpanan dan perangkap menjadi pilihan ETOS dalam pengendalian serangga terbang dengan memastikan bahwa semua metode tersebut tetap aman bagi lingkungan. Tindakan monitoring dilakukan untuk mendapatkan hasil pengendalian yang maksimal.
rodent

TIKUS

Tikus adalah binatang yang aktif pada malam hari yang mampu berkembang biak dengan cepat. Tikus menjadi penyebab penyakit leptospirosis, salmonella, thypus dan lain-lain, selain itu keberadaan tikus dapat menurunkan imej perusahaan serta menimbulkan kerugian ekonomi seperti kebakaran bangunan (akibat gigitan kabel listrik). Pengendalian hama tikus di ETOS dilakukan dengan metode pengumpanan dan perangkap dengan mengedepankan kenyaman pelanggan serta tetap melakukan monitoring untuk melihat efektifitas pengendalian.
spp

HAMA GUDANG

Hama gudang adalah hama yang merusak komoditas yang disimpan dalam gudang, terutama komoditas yang biasa digunakan sebagai bahan baku makanan seperti biji-bijian dan tepung. Hama gudang terdiri dari 2 jenis yaitu kumbang dan ngengat. Hama gudang tidak berperan sebagai vektor pembawa penyakit ke manusia, tetapi kerusakan yang ditimbulkan dapat mengurangi kuantitas komoditi, sehingga perlu dikendalikan.
Pengendalian hama gudang memerlukan tindakan yang profesional dari tenaga yang sudah terlatih dan berpengalaman sehigga pengendalian yang dilakukan efektif dan tepat sasaran. Monitoring dan kerja sama pelanggan terhadap sanitasi dan konstruksi juga berperan dalam meminimalisir gangguan hama gudang